Sabtu, 08 April 2017

TUGAS 3 ETIKA PROFESI

TUGAS 3 ETIKA PROFESI

1. Sebutkan contoh dan beri penjelasan mengenai standar Teknik (minimal 5) dan standar Manajemen (minimal 5) yang relevan dengan Teknik Industri?

      Standard Teknik adalah serangkaian eksplisit syarat yang harus dilengkapi oleh bahan, produk, atau layanan. Jika bahan, produk atau jasa gagal melengkapi satu atau lebih dari spesifikasi yang berlaku, kemungkinan akan disebut sebagai berada di luar spesifikasi. Standard teknik merupakan jenis sebuah standar yang sering dirujuk oleh suatu kontrak atau dokumen pengadaan. Standard teknik dapat ditulis oleh instansi pemerintah, organisasi standar (ASTM, ISO, CEN, dll) asosiasi perdagangan,perusahaan,dan lain-lain. Contoh Standar Teknik :
1.  ASME (American Society of Mechanical Engineer)
Merupakan organisasi non profit yang bergerak di bidang standarisasi teknik khususnya bidang teknik mesin. Organisasi ini dikenal untuk menetapkan kode dan standar untuk perangkat mekanis. ASME melakukan salah satu operasi terbesar di dunia penerbitan teknis melalui ASME Press, menyelenggarakan konferensi bidang teknis dan mengadakan kursus pengembangan profesional setiap tahun, dan mensponsori program pendidikan khususnya bidang teknik.

2. ANSI (American National Standards Institute)
ANSI memiliki kapasitas sebagai administrator dan koordinator sistem standarisasi di USA selama lebih dari 90 tahun. Berdiri sejak tahun 1918, didirikan oleh 5 kelompok engineering dan 3 badan pemerintahan, sebagai organisasi non profit yang didukung oleh organisasi pemerintah maupun sektor swasta. ANSI memperkenalkan penggunaan standar internasional baik untuk sektor bisnis, kebijakan teknis secara nasional dan internasional.

3. ASTM (American Standard Testing ang Material)
ASTM internasional merupakan organisasi internasional sukarela yang mengembangkan standarisasi teknik untuk material, produk, sistem, dan jasa. ASTM dibentuk pertama kali tahun 1898 oleh sekelompok insinyur dan ilmuan untuk mengatasi bahan baku besi pada rel kereta api yang selalu bermasalah. Sekarang ini ASTM mempunyai lebih dari 12.000 buah standar, standar ASTM banyak digunakan Negara-negara maju maupun berkembang dalam penelitian akademisi maupun industri.

4. Standar Nasional Indonesia (disingkat SNI)
Standar Nasional Indonesia (disingkat SNI) adalah satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia. SNI dirumuskan oleh Panitia Teknis  dan ditetapkan oleh BSN Agar SNI memperoleh keberterimaan yang luas antara para stakeholder, maka SNI dirumuskan dengan memenuhi WTO Code of good practice

5. JIS (Japanese Industrial Standard)
Standar industri jepang (JIS) menentukan standar yang digunakan untuk kegiatan industri di Jepang. Proses standarisasi dikoordinasikan oleh Jepang Komite Standar Industri dan dipublikasikan melaluiAsosiasi Standar di Jepang.

       Standar manajemen adalah struktur tugas, prosedur kerja, sistem manajemen, dan standar kerja dalam bidang kelembagaan, usaha serta keuangan. Namun pengertian standar manajemen akan lebih spesifik jika menjadi standar manajemen mutu, untuk mendukung standarisasi pada setiap mutu produk yang dihasilkan perusahaan maka hadirlah Organisasi Internsional untuk Standarisasi yaitu Internasional Organization for Standaidization (ISO). Contoh Standar Manajemen :
1· ISO 9001
ISO 9001 adalah standar internasional yang diakui dunia untuk sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) dan bersifat global. SMM menyediakan kerangka kerja bagi perusahaan dan seperangkat prinsip-prinsip dasar dengan pendekatan manajemen secara nyata dalam aktifitas rutin perusahaan. Sistem ini besifat umum dan dapat diterapkan untuk berbagai jenis organisasi dan industri. Sistem ini juga bersifat fleksibel untuk mengarahkan berbagai organisasi dan industri dalam mencapai efisiensi dan efektifitas dalam pengelolaannya untuk mencapai kepuasan pelanggan.

2. ISO 14001
ISO 14001 dipelajari oleh berbagai bidang pendidikan namun tidak "seumum" ISO 9001 yang banyak ditemui di bidang apa saja. Sistem manajemen ini banyak ditemui pada bidang teknik lingkungan. Selain itu sistem manajemen ini juga mempunyai kaitan dengan bidang ergonomi (teknik industri) terutama pada kuliah manajemen limbah industri. Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa bidang lingkungan hidup atau ekologi dan ergonomi mempunyai hubungan yang cukup kuat.

3. OHSAS 18001 (Standar Keselamatan dan Kesehatan)
OHSAS 18001 adalah suatu standard internasional untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tempat kerja/perusahaan. Banyak organisasi di berbagai negara telah mengadopsi OHSAS 18001 untuk mendorong penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dengan melaksanakan prosedur yang mengharuskan organisasi secara konsisten mengidentifikasi dan mengendalikan resiko bahaya terhadap keselamatan dan kesehatan di tempat kerja; serta memperbaiki kinerja dan citra perusahaan.

4. TQM (Total Quality Manajement)
Total Quality Manajement (TQM) mengacu pada penekanan kualitas yang meliputi organisai keseluruhan, mulai dari pemasok hingga pelanggan. TQM menekankan komitmen manajemen untuk mendapatkan arahan perusahaan yang ingin terus meraih keunggulan dalam semua aspek produk dan jasa penting pelanggan.

5. Standar Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Pengertian sistem manajemen k3 menurut Permanaker No 5 Tahun 1996 tentang sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ialah bagian dari sistem secara keseluruhan yang meliputi struktur organsasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses, dan sumber daya.


2. Cari kepanjangan dari setiap singkatan yang ada pada lembaga standarisasi baik local, nasional, regional maupun internasional?
1. DPR-RI = Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
2. Pemda = Pemerintah Daerah
3. UMKM = Usaha Mikro Kecil dan Menengah
4· YLKI = Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia
5· BSN = Badan Standarisasi Nasional
6· SNI = Standar Nasional Indonesia
7· KAN = Komite Akreditasi Nasional
8· KSNSU/KSU = Kooperasi Serba Usaha
9· APLAC/PAC = Asia Pacific Laboratory Accereditation
10· APMP = Asia Pasific Metrology Programme
11· LIPI/BATAN = Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia/ Badan Tenaga Atom Nasional
12· CIPM = Certified Internasional Project Manager
13· APLMF = Asia Pacific Legal Metrology Forum
14· WTO = World Trade Organization
15· ASEAN = Association of Southeast Asian Nations


SUMBER :
Dian.staff.gunadarma.ac.id/files/ETIKA_PROFESI_(3)
https://id.m.wikipedia.org/wiki/American_Standard_Testing_and_Material

Minggu, 12 Maret 2017

TUGAS 2 ETIKA PROFESI

Jelaskan berbagai organisasi profesi beserta kode etik profesinya yang relevan dengan bidang teknik industri baik regional maupun global?

 1. Persatuan Insinyur Indonesia (PII)
    PII adalah organisasi profesi yang didirikan di Kota Bandung pada tanggal 23 Mei 1952 untuk menghimpun para insinyur atau sarjana teknik di seluruh Indonesia. Persatuan Insinyur Indonesia merupakan salah satu organisasi profesi yang mendapat tempat yang terhormat dalam masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat ilmu pengetahuan dan teknologi pada khususnya. 
Kode etik Insinyur Indonesia disebut "Catur Karsa Sapta Darma Insinyur Indonesia" dan kode etik itu diantaranya memiliki prinsip-prinsip dasar dan tuntutan sikap, yaitu sebagai berikut:

Prinsip-prinsip dasar:
-  Mengutamakan keluhuran budi.
- Menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk kepentingan kesejahteraan umat manusia.
- Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
-  Meningkatkan kompetensi dan martabat berdasarkan keahlian profesional keinsinyuran.

 Tuntutan Sikap:
1. Insinyur Indonesia senantiasa mengutamakan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan Masyarakat.
2. Insinyur Indonesia senantiasa bekerja sesuai dengan kempetensinya.
3. Insinyur Indinesia hanya menyatakan pendapat yang dapat dipertanggung jawabkan.
4. Insinyur Indonesia senantiasa menghindari terjadinya pertentangan kepentingan dalam tanggung jawab tugasnya.
5. Insinyur Indonesia senantiasa membangun reputasi profesi berdasarkan kemampuan masing-masing.
6. Insinyur Indonesia senantiasa memegang teguh kehormatan, integritas dan martabat profesi.
7. Insinyur Indonesia senantiasa mengembangkan kemampuan profesionalnya.

2.   Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI)
PEI merupakan satu wadah tempat berkumpulnya para ahli ergonomi atau ergonom, akademisi serta pemerhati ergonomi dari seluruh Indonesia. Perhimpunan Ergonomi Indonesia berfungsi sebagai wadah yang menghimpun, mengorganisasi sarjana, praktisi dan kelompok yang dalam kegiatan profesionalnya menggunakan serta menerapkan metode ergonomis.
Kode etik profesi, adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional. Berikut merupakan salah salah satu contoh kode etik ergonomi yang berlaku di Afrika Selatan atau Ergonomics Society of South Africa (ESSA). Kode etik semacam ini cocok diterapkan untuk ergonom yang bekerja sebagai konsultan ergonomi yang bekerja untuk klien dari perusahaan lain dan bukan untuk ergonom yang bekerja untuk perusahaan tempat dia bekerja
Tanggung jawab profesional
- Tanggung jawab dan kewajiban terhadap masyarakat
- Tanggung jawab dan kewajiban terhadap profesi
- Tanggung jawab dan kewajiban terhadap klien

3.  Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia
            Untuk lebih menghayati Kode Etik Profesi Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia dalam operasionalisasi sesuai bidang masing-masing, dan sadar sepenuhnya akan tanggung jawab sebagai warga negara maupun sebagai sarjana, akan panggilan pertumbuhan dan pengembangan pembangunan di Indonesia maka kami Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri bersepakat untuk lebih mempertinggi pengabdian kepada Bangsa, Negara dan Masyarakat. Selaras dengan dasar negara yaitu “PANCASILA” maka disusunlah kode etik profesi berikut ini yang harus dipegang dengan keyakinan bahwa penyimpangan darinya merupakan pencemaran kehormatan dan martabat Sarjana Teknik dan Manajemen Industri Indonesia. Kode etik seorang sarjana berdasarkan kesepakatan Asosiasi Sarjana Teknik :
1.  Dalam pengenalan akan pentingnya akan pentingnya teknologo harus mengetahui kualitas kehidupan di seluruh dunia.
2.   Harus bisa menerima tanggung jawab bila mengambil keputusan.
3.   Menghindari konflik.
4.   Harus jujur dan realistis.
5.   Menolak sogokan dalam segala bentuknya.
6.   Harus bisa mengembangkan pemahaman teknologi, aplikasi yang sesuai, siap dengan konsekuensinya.
7.   Menjaga dan mengembangkan kompetensi.
8.   Mencari, menerima dan menawarkan kritik pekerjaan teknik.
9.    Memperlakukan dengan adil sesuai orang tanpa tergantung dengan faktor-faktor.
10.  Berupaya menghindari kecelakaan daripada orang lain.
11.  Membantu rekan sejawat, dan pekerja dalam pengembanagn profesi.

KODE ETIK PROFESI BIDANG TEKNIK INDUSTRI
1.  Production Engineer/Officer/Manager memiliki kode etik dalam bekerja, yaitu merahasiakan sistem produksi perusahannya, menjaga keamanan dari spesifikasi mutu produk yang dapat meningkatkan kualitas produk menjadi lebih tinggi.
2.  Product Design and Development memiliki kode etik dalam bekerja, yaitu menjaga rahasia perusahaan mengenai inovasi produk yang belum diluncurkan, tidak membocorkan rahasia perusahaan yang menjadi tolok ukur kemajuan perusahaan.
3.  PPIC Officer/ Manager memiliki kode etik dalam bekerja, yaitu menggunakan dana untuk pengadaan material sebaik mungkin dengan tidak menyalahgunakannya, tidak membocorkan rahasia dari proses produksi yang dilakukan.
4.  Facility Layout and Plant memiliki kode etik dalam bekerja yaitu dapat menyimpan rahasia kekurangan dan kelebihan fasilitas yang dimiliki perusahaan tersebut, tidak menyalahgunakan fasilitas yang akan dirancangnya, memperbaiki layout seefisien mungkin dengan dana yang tidak disalahgunakan.
5. Maintenance Office/ Manager memiliki kode etik dalam bekerja, yaitu membuat jadwal pemeliharaan mesin, peralatan dsb dengan dana yang telah ditentukan, tidak membocorkan rahasia perusahaan mengenai peralatan apa saja yang di maintenance secara berkala

SUMBER REFERENSI:
http://www.academia.edu/4977938/Tugas_2_etprof

 

TUGAS 1 ETIKA PROFESI

1. Tuliskan karakter-karakter tidak ber-ETIKA dalam kehidupan sehari-hari (beri 5 contoh dan analisa)?
BERBOHONG
Berbohong adalah salah satu sikap dimana manusia membuat pernyataan tidak benar dengan tujuan membuat percaya seseorang. Contohnya adalah mencontek, kegiatan mencontek adalah salah satu contoh dari kebohongan karena dia tidak jujur terhadap diri sendiri akan kemampuannya. Kegiatan berbohong dapat menyebabkan ketergantungan, maksudnya jika iya berbohong sekali maka iya akan berbohong kedua kalinya untuk menutupi kebohongan yang pertama sampai seterusnya terulang lagi dan lagi.

EGOIS
Sikap egois sangatlah sikap yang membahayakan dalam pergaulan karena manusia merupakan mahluk sosial yang saling membutuhkan satu dengan yang lain seharusnya tidak bersikap mementingkan diri sendiri. Contohnya adalah dalam berpergian memakai kendaraan umum, seharusnya mendahulukan atau memprioritaskan tempat duduk untuk kaum difabel, orang tua, dan ibu hamil.

PEMARAH
seseorang yang sedang marah cenderung tidak dapat mengkontrol dirinya. Jika dia tidak dapat mengkontrol dirinya maka akan menimbulkan kerugian baik untuk dirinya maupun untuk orang lain. Sikap pemarah dapat menjauhkan seseorang terhadap komunitasnya.

IRI HATI
Iri hati adalah sikap dimana tidak mengingkan seseorang merasa senang. Sikap ini berbahaya karena dapat merusak ketenangan dan ketentraman hati. Seseorang yang memiliki sikap iri hati selalu menginginkan untuk lebih unggul dari pada orang lain walau dengan jalan apapun. Contohnya jika tetangga kita membeli mobil baru, seharusnya kita merasa senang karena mereka mendapatkan kenikmatan, bukanya sibuk mencari sana sini untuk membeli mobil juga walaupun mengorbankan keluargaanya.

BERBICARA KASAR DI DEPAN UMUM
Berbicara kasar didepan orang umum jelas tidak sedap untuk didengar oleh orang di tempat umum tersebut. Dianggap tidak beretika karena selain tidak menghargai orang tersebut, juga tidak mempedulikan kondisi lingkungan sekitar yang terdapat orang lain.

2. Tuliskan aktivitas tidak ber-ETIKA profesional dalam bekerja sebagai seorang sarjana teknik industri (beri 5 contoh dan analisa)?
Tidak menunjukkan antusiasme
Tumpukan berkas mendadak menggunung di mejamu, Bosmu marah-marah, dan kejadian buruk menimpamu? Hadapi dengan senyuman, itu menandakan sikap antusias terhadap pekerjaanmu. Jangan pikirkan kondisimu sekarang, fokus pada peluang yang mungkin kamu dapatkan selepas kontrak magang.

Malas mencatat
Jika kamu sering kali melupakan tugas-tugas atau dokumen penting, bawalah selalu buku catatan untuk mengingatkanmu hingga hal paling sederhana. Jadi, kamu tidak dicap pelupa atau bodoh karena terlalu sering mengajukan pertanyaan tidak penting.

Mengambil atau mencuri barang perusahaan
Karyawan atau pekerja biasanya sering menganggap sepeleh kegiatan yang sering dilakukan seperti membawa pulang barang reject yang dihasilkan perusahaan. Hal ini sangat merugikan perusahaan karena barang reject saja dicuri apalagi barang yang tidak reject sehingga kegiatan seperti ini sangat dilarang oleh perusahaan

Sesama teman kerja tidak saling sapa serta sering datang terlambat
Silahturahmi dalam lingkungan kerja sangat penting karena untuk meningkatkan semangat dari masing-masing pekerja serta mentaati peraturan perusahaan harusnya sudah mendarah daging dalam kehidupana pekerja agar pekerjaanya tidak sia-sia maka apabila melakukan kegitan yang melanggar sangat disayangkan karena akan merugikan diri pekerja itu sendiri.

3. Jelaskan pentingnya memahami etika profesi untuk sarjana teknik industri?
kode etik profesi merupakan suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. Kode etik umumnya termasuk dalam norma sosial, namun bila ada kode etik yang memiliki sanksi yang agak uk dalam kategori norma hukum yang didasari kesusilaan.
1. Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi, pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan.
2.  Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi, sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan kerja (kalangan sosial).
3. Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi di lain instansi atau perusahaan.

4. Jelaskan dan uraikan organisasi profesi yang relevan untuk Prodi Teknik Industri selain PII?
  • ISTMI (Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia)
ISTMI sebagai organisasi profesi dari disiplin Ilmu Teknik Industri (TI) dan Manajemen Industri (MI) di Indonesia lahir pada tanggal 22 Nopember 1986 di Jakarta. Kelahiran organisasi ini didasari atas pertimbangan bahwa profesi TI dan MI telah diterima di kalangan yang sangat luas sejak masuknya disiplin sekitar 16 tahun sebelumnya. Keberadaannya sudah menembus batas-batas konvensional keteknikan atau keindustrian
  • BKSTI (Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Teknik Industri Indonesia)
Didirikan pada tanggal 9 Juli 1996 di Aula Barat ITB yang dihadiri oleh perwakilan lebih dari 100 perguruan tinggi. Tujuan pendirian BKSTI ini (lihat Anggaran Dasar BKSTI) adalah memantapkan dan meningkatkan mutu serta relevansi pendidikan tinggi Teknik Industri di Indonesia, menampung dan mencari penyelesaian permasalahan dalam peyelenggaraan pendidikan tinggi Teknik Industri, mengakomodasikan kerjasama antar anggota BKSTI dalam kegiatan pertukaran informasi dan penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta menjadi mitra Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan stakeholderlainnya dalam bidang pendidikan tinggi Teknik Industri
Sumber Referensi:
https://gabriellaaningtyas.wordpress.com/2016/03/11/tugas-1-etika-profesi/
https://www.academia.edu/4977938/Tugas_2_etprof
https://www.facebook.com/notes/ngobrolin-kampus/waspadai-10-kesalahan-fatal-saatmagang/10150321862737975
http://chikalorenthia.blogspot.co.id/2015/03/etika-profesi-karakter-dan-aktivitas.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Kode_etik_profesi
http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:0lwvq0bkrPIJ:www.unhas.ac.id/rhiza/arsip/kuliah/ETIKA_PROFESI/MAKALAH_2015/Etika_Profesi_Michael_makalah.docx+&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id


Rabu, 08 Juni 2016

Pencemaran Lingkungan di Pesisir Jakarta

PENCEMARAN LINGKUNGAN
 DI PESISIR JAKARTA 

1.1 Latar Belakang
Kondisi pantai utara dan pesisir Jakarta pada saat ini sangat kritis dan dilematis, karena seluruh kawasan pesisir telah dimanfaatkan secara sangat intensif untuk berbagai kegiatan pembangunan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi tanpa memperhatikan lingkungan. Strategi pembangunan pemerintah DKI tentang Pesisir Jakarta tampaknya hanya mengedepankan fungsi ekonomis semata dan mengorbankan fungsi ekologis. Hal ini dapat dilihat dari terjadinya perubahan, baik kualitas lingkungan dan kualitas sumberdaya yang telah terjadi puluhan tahun, beriringan dengan kegiatan pembangunan, tetapi tidak pernah diperbaiki. Perubahan ini disebabkan oleh pertumbuhan jumlah penduduk yang menigkat sangat pesatdan aktivitas ekonomi yang sangat tinggi seperti pembangunan industri, pemukiman, transportasi dan fasilitas pendukung lainnya.
 INCLUDEPICTURE "http://img.antaranews.com/2011/9/20110909100823sampahlaut08092011-1.jpg" \* MERGEFORMATINET 
Gambar 1. Sudut Muara Angke di Pesisir Jakarta
Aktivitas ekonomi dan pertambahan penduduk menyebabkan munculnya masalah di wilayah perairan pesisir dan perairan Pesisir Jakarta yang dapat dikelompokkan menjadi degradasi fisik, penurunan kualitas dan kuantitas sumberdaya alam, kesenjangan sosial ekonomi, pencemaran lingkungan dan bencana alam buatan manusia. Sementara itu masyarakat masih banyak beranggapan bahwa persoalan pembuangan limbah dengan membuang ke sungai, pesisir, dan laut merupakan cara yang praktis, murah dan efisien. Anggapan ini memang tidak seluruhnya salah oleh karena alam mempunyai kemampuan untuk mengelola limbah sampai batas tertentu namun jika batas kemampuan ini terlampaui maka fungsi ekologis akan menurun dengan cepat dan degradasi lingkungan tidak dapat dihindari lagi.

1.2 Tinjauan Pustaka
Status Kondisi Perairan Pesisir Jakarta
Terumbu karang
Kondisi terumbu karang di Pesisir Jakarta pada saat ini boleh dikatakan telah mengalami kematian secara total. Perkembangan kondisi terumbu karang di Pesisir Jakarta dapat ditelusuri kembali sejak tahun 1928 dimana kondisi pada saat itu dapat dikatakan “thriving reefs” atau terumbu karang tumbuh dan berkembang sangat bagus (Umbrgrove, 1982). Pada tahun 1939 Umbgrove kembali mengamati kondisi terumbu karang di Pesisir Jakarta dan menyatakan bahwa terumbu karang di Pulau Nyamuk besar masih dalam kondisi bagus, dengan rataan terumbu masih ditutupi dan didominasi oleh Montipora digitata dan M.folisa,dan pada waktu itu masih ditemukan 96 jenis karang. Pada tahun 1931 Vervey mencatat beberapa bagian pantai di Pesisir Jakarta mengalami abrasi yang cukup kuat karena adanya penggalian karang sebanyak 8.500m3 untuk membangun jalan dan untuk bahan bangunan di Jakarta (Pardjman,1997). Sejak tahun 1940 hingga tahun 1970 tidak ada informasi tentang kondisi terumbu karang, kecuali data secara kualitatif yang mengatakan bahwa kondisi terumbu karang di Pulau Nyamuk, Pulau Bidadari, masih dalm kondisi cukup bagus. Pada waktu itu masih dapat ditemukan berbagai jenis ikan hias. Pada tahun 1985 LIPI bekerjasama dengan UNESCO melakukan pengamatan kondisi terumbu karang di Pesisir Jakarta. Hasil dari pengamatan menunjukkan bahwa terumbu karang di Pulau Ayer Besar tinggal sekitar 15% dan Pulau Bidadari, Pulau Kelor, Pulau Nyamuk Besar dan Pulau Onrust di bawah 5% dan Pulau yang lainnya kurang dari 5%, bahkan Pulau Bidadari tinggal 2% (De Vantier et al.,1998).
2. Sampah Padat
Di Pesisir Jakarta, sampah padat yang berasal dari buangan rumah tangga dan industri dibawa ke laut melalui sungai. Di beberapa muara sungai sebenarnya sudah dibuat penyaring untuk menyaring sampah padat namun alat-alat tersebut sebagian besar tidak berfungsi dengan baik. Akhirnya banyak sampah yang lepas begitu saja ke laut dan karena terbawa arus sampah-sampah tersebut akhirnya terdampar di pulau-pulau di Pesisir Jakarta. Jenis sampah padat biasanya didominasi oleh tas plastik, stereoform dan sampah organik. Sampah yang ada bisa mengindikasikan perubahan pola hidup masyarakat Jakarta.
 INCLUDEPICTURE "https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSmWkjw-R_giBIIGVzEW7738c-73C05CkSEcCh3PEgb-F2vKOvR" \* MERGEFORMATINET 
Gambar 2. Pencemaran oleh sampah padat di perairan Muara Angke Pesisir Jakarta
3. Daerah Aliran sungai
Daerah Ibu kota Jakarta dengan luas sekitar 650 km3 dengan garis pantai sepanjang sekitar 85 km yang diukur dari Tanjung Kait dibagian barat sampai Tanjung Karawang di sebelah timur, mengelilingi Pesisir Jakarta. Sifat daerah aliran sungai (DAS) Jakarta sempit dengan aliran sungai pendek, dataran banjir yang luas. Pengelolaan DAS mutlak menjadi sangat penting dalam pengurangan limbah yang masuk ke wilayah pesisir. Segala upaya yang dilakukan di daerah pesisir tidak akan ada artinya jika di hulu tidak ditanganindengan baik. Penduduk di daerah hilir masih menganggap bahwa sungai merupakan tempat pembuangan sampah terpanjang di dunia, sedangkan penduduk kota dan wilayah pesisir menganggap laut sebagai temapat sampah terbesar di dunia.
Pengelolaan daerah aliran sungai menjadi lebih rumit oleh karena daerah pelimpah banjir yang seharusnya tidak boleh dibangun telah berubah menjadi perumahan, bahkan disemua bantaran sungai dibangun rumah kumuh dan semuanya melakukan aktivitas MCK dan buang sampah langsung ke sungai. Industri yang berada di sepanjang aliran sungai masih banyak yang membuang limbah cairnya langsung ke sungai tanpa diolah terlebih dahulu. Di daerah hulu, limbah didominasi oleh limbah pertanian, di bagian hilir didominasi limbah kota dan industri, dan di daerah pesisir beban limbah pelabuhan dan industri menjadi sangat dominan. Semua limbah tersebut dibawa ke laut melalui sungai dan semuanya terakumulasi di Pesisir Jakarta.
4. Akresi dan Abrasi
Adanya pasokan sediment yang besar dari daratan menyebabkan sebagian besar panati Pesisir Jakarta mengalami akresi. Di pihak lain, adanya pola arus tertentu yang selalu bergerak sepanjang tahun menyebabkan beberapa bagian Pantai Jakarta meangalami abrasi. Pantai yang mengalami akresi atau abrasi dari barat sampai ke timur adalah pantai dekat muara Cisadane timur mengalami akresi, Tanjung Pasir sampai muara pecah barat mengalami abrasi. Muara Kamal, Muara Angke sampai Pasar Ikan mengalami akresi, Sunda Kelapa, Pantai Ancol, sampai Cilincing mengalami abrasi, Marunda, Muara Gembong hingga Tanjung Karawan mengalami akresi. Abrasi dan Akresi di Pesisir Jakarta tidak hanya dipicu oleh alam tetapi juga disebabkan oleh eksploitasi langsung baik yang berupa penambangan batu karang maupun pasir.

Hasil dan Pembahasan
Hasil dan pembahasan merupakan penjelasan mengenai permasalah dalam mengelola pesisir Jakarta dan pendekatan pengelolaan pesisir Jakarta. Berikut merupakan hasil dan pembahasan dalam makalah pencemaran lingkungan dipesisir Jakarta.

1.3.1 Permasalahan dalam Mengelola Pesisir Jakarta
Pesisir Jakarta dari tahun ke tahun mengalami pencemaran lingkungan yang semakin berat baik secara fisik maupun secara ekologis. Proses degradasi lingkungan yang terjadi semakin memburuk. Sebenarnya pemerintah di tingkat Nasional telah melakukan berbagai program namun tidak efektif, seperti Program Nasional PROKASIH (Program Kali Bersih), Program Pantai Lestari, Program Panati Bersih dan Indah, Program Bandar Indah dan Program Taman Lestari dan lain sebagainya. Program-program tersebut sudah pernah dilaksanakan namun hasilnya seolah-olah hilang begitu saja tanpa meninggalkan bekas. Air sungai tetap saja berwarna hitam di musim kemarau dan menjadi coklat pekat di musim penghujan; air laut tepi pantai hitam atau hijau pekat; dan pantai dipenuhi sampah.
Program-program yang dilakukan pemerintah daerahpun judga seolah-olah sia-sia tak ada dampaknya.
Permasalahan yang dihadapi PEMDA DKI demikian kompleks dan besar sehingga program apapu tampaknya susah untuk dapat berhasil. Berikut beberapa permasalahan yang cukup menonjol:
Adanya 19 daerah aliran sungai yang umumnya berhulu di Bogor dan Tangerang yang memuntahkan aliran airnya ke Pesisir Jakarta. Aliran sungai-sungai tersebut membawa berbagai limbah rumah tangga, industri, pertanian, dan sediment. Di daerah aliran sungai terutama di bantaran dan daerah pelimpah banjir selalu penuh dengan rumah kumuh. Hilangnya fungsi daerah pelimpah banjir dan tersumbatnya aliran sungai oleh bangunan rumah menyebabkan terhalangnya aliran sungai yang menyebabkan Jakarta selalu banjir di musim penghujan.
Telah terlamapuinya daya dukung perairan Pesisir Jakarta sebagai penampung dan pengealola limbah. Secara alami perairan laut mempunyai daya asimilasi dan daya pulih yang besar dalam mengelola limbah, namun yang terjadi di Pesisir Jakarta daya tampung dan daya asimilasi telah terlampaui besarnya limbah yang masuk.
Penambangan karang dan pasir hingga saat ini masih terus berlanjut untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan, reklamasi dan konstruksi jalan. Kemiskinan struktural dan ekonomi menjadi salah satu factor yang berdampak negative terhadap lingkungan. Untuk memenuhi kebutuhan sehai-hari penduduk merusak lingkungan hidupnya, seperti perusakan hutan mangrove, pemakaian bahan peledak dan sianida untuk menangkap ikan, pengambilan batu karang, dan membuang samaph ke sungai.
Sistem hukum dan penegakan peraturan tidak pernah dijalankan dengan baik.
Sosialisasi suatu program tidak berjalan secara terus-menerus dan terkesan hanya sebagai kegiatan yang sifatnya temporal dan tidak ada kegiatan yang berkesinambungan.
Masih sedikitnya sumberdaya manusia yang mampu menangani masalah perkotaan baik dari aspek sosial, budaya, dan ekonomi serta aspek fisik.

1.3.2 Pendekatan Pengelolaan Pesisir Jakarta
Untuk mengatasi permasalahan pencemaran di Pesisir Jakarta yang perlu dilakukan adalah mengurangi bahan pencemar yang masuk dan memperbesar daya dukung lingkungan sehingga perairan Pesisir Jakarta bisa menjalankan fungsinya sebagai pengolah limbah secara maksimal. Banyak sekali solusi yang dapat digunakan untuk mengurangi pencemaran yang masuk ke Pesisir Jakarta, asalkan dikerjakan secara berkesinambungan. Masalah limbah bukanlah tanggung jawab pemerintah saja tetapi merupakan tanggung jawab bersama pemerintah dengan masyarakat.
Hal terpenting untuk mengurangi limbah adalah dengan memperbaiki pengelolaan 19 daerah aliran sungai, penataan ruang wilayah pesisir Pesisir Jakarta. Pengembangan instrumen peraturan dan ekonomi, pengembangan program kesadaran masyarakat yang berkesinambungan dan pemanfaatan sumberdaya sesuai dengan potensi lestarinya.
Pengelolaan DAS sebagai pembawa sumber bahan pencemar mutlak diperlukan. Mengembalikan fungsi sungai,menata kembali daerah pelimpah banjir, dan menghilangkan atau membersihkan rumah-rumah yang ada di bantaran sungai. Penanganan limbah dalam suatu institusi yang diberi kewenangan penuh. Buruknya penanganan sampah di DKI Jakarta juga menjadi salah satu sebab mengapa permasalahan sampah di Pesisir Jakarta tidak pernah selesai dari tahun ke tahun. Selama ini penanganan limbah terkesan terpecah-pecah, ada tiga pembagian penanganan sampah di DKI Jakarta. Sampah yang berasal dari taman-taman ditangani oleh Dinas Pertamanan, sampah di pemukiman oleh Dinas Kebersihan dan sampah di sungai atau perairan menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum. Tumpang tindih tugas inilah yang ditenggarai sebagai sebab lolosnya sampah-sampah tersebut ke Pesisir Jakarta. Segala upaya pengelolaan kawasan pesisir tidak akan ada artinya jika penanganan limbah di hilir dan sepanjang daerah aliran sungai tidak dikelola dengan baik.
Penataan keruangan kawasan pesisir sebaiknya mengacu pada penataan ruang sesuai dengan peruntukannya dan mempunyai jangka waktu antara 25-30 tahun untuk memberikan kepastian berusaha dan memberikan keamanan dalam pengelolaannya. Penataan ruang sesuai dengan peruntukannya hendaknya merujuk pada zona pemanfaatan, zona preservasi dan zona konservasi. Zona pemanfaatan ditata dan diperuntukkan segenap kegiatan kepelabuhan, kawasan industri, perikanan tangkap, kawasan pemukiman dan kawasan bisnis. Penempatan kegiatan pembangunan hendaknya disesuaikan dengan keadaan biofisik lingkungan yang ada sehingga tercapai keserasian, kesesuaian lahan dan dampak dari kegiatan pembangunan dapat dimonitor dan dikendalikan Keberadaan zona preservasi dan konservasi diperlukan agar fungsi ekologis perairan Pesisir Jakarta sebagai pengelola limbah alami dapat dipertahankan.
Pengembangan instrumen peraturan harus dirancang agar dapat berjalan secara efektif untuk mengendalikan perilaku manusia. Peraturan disesuaikan dan tergantung pada isu dan kondisi setempat. Peraturan bersifat membatasi perilaku manusia, tidak akan dapat memuaskan semua masyarakat, sebagian kecil masyarakat harus rela berkorban untuk keuntungan yang lebih besar. Peraturan sebaiknya mencakup denda atau sanksi atas terjadinya pelanggaran, pembatasan kegiatan-kegiatan tertentu yang dapat merusak lingkungan., kewenangan yang jelas yang diberikan pada instansi tertentu untuk melaksanakan peraturan, pengendalian dan pengawasan terhadap perilaku penduduk. Peraturan sebaiknya disertai dengan pemberian insentif untuk mengubah perilaku masyarakat yang telah sesuai dengan keinginan pemerintah. Insentif secara finansial harus disesuaikan dengan kemampuan daerah untuk membayar., insentif harus bisa mengubah perilaku pencemar, perusak dan harus dapat mengembalikan biaya yang diakibatkan dari kegiatan tersebut.
Program kesadaran masyarakat yang berkesinambungan selama ini kurang berjalan dengan baik karena adanya kemacetan komunikasi antara pengambil keputusan dan masyarakat. Akibatnya kebutuhan dasar masyarakat tidak terpenuhi. Pendekatan pengelolaan lingkungan yang selama ini yidak responsif terhadap masyarakat perlu diubah yaitu dikembalikan pada falsafah dasar bahwa pengelolaan lingkungan pesisir adalah pengelolaan aktivitas manusia yang berdiam di sekitarnya. Masyarakat sebagai penghasil sampah harus disadarkan bahwa masalah limbah adalah menjadi tanggung jawab bersama. Penekanan terhadap kepentingan masyarakat melalui konsultasi dan komunikasi yang intensif serta pelibatan masyarakat dalam mengembangkan alternatif jalan keluar dalam upaya penyelesaian masalah yang berkembang diusahakan sampai selesai secara layak dan adil. Keterlibatan masyarakat harus dilaksanakan dengan baik agar ada titik temu yang berimbang antara pandangan masyarakat pad umumnya dan intervensi yang ingin dilakukan pemerintah. Dengan demikian masyarakat merasa bahwa buah pikirannya diakui dan dipertimbangkan sehingga rasa memiliki dan rasa tanggung jawab dalam mengelola lingkungan akan tumbuh.
Pemanfaatan sumberdaya alam oleh masyarakat selama ini tidak berjalan secara adil yang berakibat pada perusakan lingkungan bertambah parah. Keterbatasan pengetahuan dan adanya tuntutan pemenuhan kebutuhan dasar dan persaingan sesama masyarakat miskin yang jumlahnya semakin meningkat menyebabkan mereka mengeksploitasi semua sumberdaya yang ada tanpa memikirkan kelestariannya. Untuk mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan absolut maka perlu dilakukan peningkatan kemampuan masyarakat pesisir melalui pendidikan dan latihan, baik dalam keterampilan maupun bidang usaha. Menciptakan peluang berusaha bagi masyarakat pantai baik oleh pemerintah maupun swasta.

1.4 Kesimpulan
Kerusakan lingkungan perairan Pesisir Jakarta baik secara fisik, biologis dan ekologis terus berlanjut tanpa bisa dicegah. Pengelolaan yang tidak menyeluruh dan program penanggulangan yang tidak berkelanjutan menjadi penyebab terjadinya kerusakan lingkungan perairan Pesisir Jakarta. Program penyadaran untuk masyarakat secara terus-menerus, penataan wilayah hulu dan pesisir, peningkatan komunikasi antara pemangku peran di seluruh tingkatan, pengembangan dan penegakkan peraturan secara tegas dan adil serta pemanfaatan sumberdaya alam laut yang lestari merupakan kunci untuk dapat mengurangi kerusakan lingkungan di Pesisir Jakarta.

1.5 Daftar Pustaka
De Vantier et al.1998. Pemanfaatan Bunga Karang dan Usaha Pelestariannya. Konperensi Nasional I  Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan Indonesia. IPB: PKSPL.
Pardjman. 1997. Ekosistem Terumbu Karang. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.
Umbrgrove. 1982. Mengenal Ekosistem Terumbu Karang dalam Diktat Pelatihan Metodologi Penelitian Ekosistem Terumbu Karang. Jakarta: Puslitbang Oseanologi LIPI. 

Jumat, 26 Juni 2015

INDONESIA MENYAMBUT MEA



Indonesia Sambut MEA, Diperlukan Kesiapan Produk dan Industri Untuk Berkompetisi

Menyambut  Masyarakat Ekonomi ASEAN ( MEA ) 2015, diperlukan kesiapan  produk dan Industri Indonesia untuk berkompetisi dan berdaya saing. Penguasaan IPTEK menjadi kunci untuk membangun kekuatan daya saing agar menghasilkan produk bernilai tambah ataupun memberikan keunggulan kompetitif.
Di acara Forum Inovasi Teknologi 2015 (FIT 2015)  yang mengusung Tema “Hilirisasi dan Komersialisasi IPTEK Tepat Guna”  yang dilaksanakan di Jakarta dan dihadiri oleh sekitar 150 peserta yang terdiri dari kalangan  pemerintah, akademisi, inkubator bisnis, technopreneuer, investor, saling bersinergi untuk mengambil langkah nyata untuk memperkuat  ekosistem kewirausahaan berbasis IPTEK Tepat Guna. Acara Forum Teknologi 2015 juga dihadiri pula oleh Menteri Perindustrian RI, Bapak Saleh Husin, SE, Msi, Bapak Sandiaga Salahudin Uno selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan INOTEK dan Bapak  Dr. Ir. Dimyati, Msc,Deputi Bidang Sumber Daya Ilmu Pengetahuan  dan Teknologi, Kemenristekdikti.
Menteri Perindustrian RI, Bapak Saleh Husin , SE, Msi menyatakan bahwa dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah tahun 2015-2019  telah dituangkan upaya untuk meningkatkan daya saing perekonomian berdasarkan keunggulan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia yang bekualitas serta kemampuan IPTEK yang terus meningkat. 
“Visi Rencana Induk Pembangunan Industri Nasitonal (RIPIN)  adalah  menjadi negara industri yang tangguh yang bercirikan struktur industri yang kuat, sehat, dan berkeadilan, industri yang berdaya saing tinggi ditingkat  global dan industri yang berbasis inovasi dan teknologi.  Pertumbuhan industri non-migas  ditargetkan dapat mencapai 6.8% pada tahun 2015,  8.73 % pada tahun 2020, dan 9.53% pada tahun 2025”,  demikian papar Saleh Husin.
Menristekdikti dalam sambutannya yang disampaikan oleh Dr. Ir Muhamad Dimyati, Msc, Deputi bidang  Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, . mengemukakan “Diperlukan suatu sistem Iptek yang baik yang menjadikan interaksi antara penghasil dan pengguna Iptek lebih intensif dan bermanfaat untuk peningkatan perekonomian bangsa”. ujarnya
“Saat ini, Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengeluarkan kebijakan Penguatan Sistem Inovasi Nasional (SiNas Iptek). Tujuan dari SINas Iptek adalah peningkatan sinergi, produktivitas dan pendayagunaan sumberdaya litbang nasional sehingga inovasi dan iptek meningkatkan daya saing ekonomi nasional dan mensejahterakan masyarakat,”  ungkap bapak Dimyati.
Forum Inovasi Teknologi merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK), sebuah inkubator  bisnis untuk teknologi tepat guna yang didirikan tahun 2008. Dalam pelaksanaan Forum Inovasi Teknologi 2015 dilakukan kolaborasi dan sinergi dengan acara Konferensi Nasional Inovasi & Techopreneurship 2015 yang diprakasai oleh Institut Pertanian Bogor.
Saya harapkan dengan diselenggarakannya acara ini dapat lebih mendorong semangat para technopreneur  Indonesia untuk terus berinovasi menciptakan produk-produk teknologi-teknologi tepat guna yang bernilai komersial, ramah lingkungan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.