Rabu, 15 Oktober 2014

Bela Diri dan Perguruan Indonesia



Bela Diri dan Perguruan Indonesia


Perguruan Bela Diri Lokal
Perguruan seni bela diri di Indonesia adalah salah satunya Merpati Putih (MP) merupakan salah satu perguruan pencak silat bela diri Tangan Kosong (PPS Betako) dan merupakan salah satu aset budayabangsa, mulai terbentuk aliran jenis beladiri ini pada sekitar tahun 1550-an dan perlu dilestarikan serta dikembangkan selaras dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi dewasa ini. Saat ini MP merupakan salah satu anggota Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) dan Martial Arts Federation For World Peace (MAFWP) serta Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa atau PERSILAT (International Pencak Silat Federation).
Merpati Putih (MP) merupakan salah satu perguruan pencak silat bela diri Tangan Kosong (PPS Betako) dan merupakan salah satu aset budayabangsa, mulai terbentuk aliran jenis beladiri ini pada sekitar tahun 1550-an dan perlu dilestarikan serta dikembangkan selaras dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi dewasa ini. Saat ini MP merupakan salah satu anggota Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) dan Martial Arts Federation For World Peace (MAFWP) serta Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa atau PERSILAT (International Pencak Silat Federation).

Sejarah Merpati Putih

Merpati putih (MP) merupakan warisan budaya peninggalan nenek moyang Indonesia yang pada awalnya merupakan ilmu keluarga Keraton yang diwariskan secara turun-temurun yang pada akhirnya atas wasiat Sang Guru ilmu Merpati Putih diperkenankan dan disebarluaskan dengan maksud untuk ditumbuhkembangkan agar berguna bagi negara.
Awalnya aliran ini dimiliki oleh Sampeyan Dalem Inkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pangeran Prabu Mangkurat Ingkang Jumeneng Ing Kartosuro kemudian ke BPH Adiwidjojo (Grat I). Lalu setelah Grat ke tiga, R. Ay. Djojoredjoso ilmu yang diturunkan dipecah menurut spesialisasinya sendiri-sendiri, seni beladiri ini mempunyai dua saudara lainnya. yaitu bergelar Gagak Samudro dan Gagak Seto. Gagak Samudro diwariskan ilmu pengobatan, sedangkan Gagak Seto ilmu sastra. Dan untuk seni beladiri diturunkan kepada Gagak Handoko (Grat IV). Dari Gagak Handoko inilah akhirnya turun temurun ke Mas Saring lalu Mas Poeng dan Mas Budi menjadi PPS Betako Merpati Putih. Hingga kini, kedua saudara seperguruan lainnya tersebut tidak pernah diketahui keberadaan ilmunya dan masih tetap dicari hingga saat ini ditiap daerah di tanah air guna menyatukannya kembali.
Pada awalnya ilmu beladiri Pencak Silat ini hanya khusus diajarkan kepada Komando Pasukan Khusus ditiap kesatuan ABRI dan Polisi serta Pasukan Pengawalan Kepresidenan(Paspampres).
Didirikan pada tanggal 2 April 1963 di Yogyakarta, mempunyai kurang lebih 85 cabang dalam negeri dan 4 cabang luar negeri dengan jumlah kolat (kelompok latihan) sebanyak 415 buah (menurut data tahun 1993 yang tersebar di seluruh Nusantara dan saat ini mempunyai anggota sebanyak kurang lebih dua setengah juta orang lulusan serta yang masih aktif sekitar 100 ribu orang dan tersebar di seluruh Indonesia.
Sang Guru Merpati Putih adalah Bapak Saring Hadi Poernomo, sedangkan pendiri Perguruan dan Guru Besar sekaligus pewaris ilmu adalah Purwoto Hadi Purnomo (Mas Poeng) dan Budi Santoso Hadi Purnomo (Mas Budi) sebagai Guru Besar terakhir yaitu generasi ke sebelas (Grat XI).

Nama : Nur Malita Sari
NPM : 36413618
Kelas : 2ID02

Lagu Pop yang Bertemakan Nasional Indonesia



Lagu Pop yang Bertemakan Nasional Indonesia


GARUDA DI DADAKU
Cipt. Netral Band

Saya yakin pasti kalian semua sudah tau lagu Garuda Di Dadaku yang dibawakan oleh Netral, yang sekarang lagu itu sudah menjadi lagu wajib apabila timnas kebanggaan tim Indonesia bertanding .
 Kalau mendengar lagu ini mungkin kita pasti teringat piala AFF di tahun 2010 kemaren dimana timnas Indonesia berhasil membakar semangat nasionalisme bangsa Indonesia dengan semangat tempur nya yang begitu dahsyat.. tapi coba pikirkan sejenak dibalik itu semua terdengar sebuah kata-kata yang terucap bagaikan sebuah penyemangat yang sangat dahsyat..

Garuda Di Dadaku..
Garuda Kebangganku...
Ku Yakin Hari Ini Pasti Menang

Kobarkan Semangatmu
Tunjukan Keinginanmu
Ku Yakin Hari Ini Pasti Menang
Penggalan lirik ini bagaikan sebuah mantra yang mampu menyihir bangsa Indonesia untuk tidak membeda-bedakan suku, adat, ras , dsb.. tapi justru di lirik ini membuktikan persatuan  kuat dan semangat yang membara untuk selalu mendukung perjuangan timnas kita apabila bertanding. Ketika peluit panjang tanda pertandingan dimulai rasa nasionalisme yang membara mencapai pada puncaknya .. Dan disitulah nyanyian Garuda Di Dadaku dilantunkan bagaikan sebuah penyemangat untuk timnas Indonesia..

Tidak peduli apakah dia pejabat, artis, ataupun tokoh masyarakat sekalipun.. Tujuan kami datang adalah untuk  menggemakan  Garuda Di Dadaku..

Tidak peduli darimana asalmu Jawa,Sumatra,Kalimantan, Bali, dsb .. Tujuan kami datang adalah untuk selalu menemani mu kapanpun kau bertanding..

Tidak peduli dengan semua perbedaan yang terjadi karena kami semua hanya satu INDONESIA...

Dan dari lagu ini tersirat banyak sekali harapan dari jutaan warga Indonesia, agar timnas Indonesia mampu menunjukan semangat nasionalisme yang membara untuk membuktikan pada dunia siapa kita sebenarnya...

Indonesia adalah bangsa yang besar.. dan bangsa yang besar harus mempunyai harapan yang besar pula,,  dan harapan itu harus kita bersama realisasikan dengan dukungan dan semangat penuh untukmu Timnas Garuda..


Jayalah Negaraku
Tanah Air Tercinta 
Indonesia Raya

Jayalah Negaraku
Tanah Air Tercinta
Indonesia Raya
Analisis Makna Yang Terkandung di Dalam Bait Lagu Garuda di Dadaku dan Dari Mata Sang Garuda.

Nama : Nur Malita Sari
NPM : 36413618
Kelas : 2ID02



Permainan Disaat Masa Kecil Yang Disukai



Permainan Disaat Masa Kecil Yang Disukai

Permainan Bekel adalah permainan tradisional masa kecil yang saya sukai  di Indonesia. Bekelan berasal dari bahasa  Belanda, bikkelen. Yang dibutuhkan dalam permainan ini yaitu bola karet sebesar bola pingpong kemudian timbel yang berupa misalnya kacang, batu kecil, kelereng atau yang lain (biasa disebut biji bekel) yang penting ukuranya pas di tangan dengan jumlah 5 (lima). Sekarang ini banyak tersedia biji bekel yang siap dipakai, ada yang terbuat dari kuningan dan ada yang terbuat dari bahan timah. Pada awalnya biji bekel dibuat dari engsel tulang tumit kaki belakang domba. Sekarang dibuat dari logam. Bentuk biji bekel nyaris seragam di berbagai negara.
Tidak mengalami perubahan sejak dahulu. Terdiri dari lima biji bekel dan satu bola bekel. Logam ini memiliki bentuk yang khas. Terdiri dari permukaan kasar yang ditandai dengan lubang-lubang kecil di permukannya berjumlah lima titik, permukaan halus yang ada tanda silang atau polos sama sekali, permukaan atas yang ada bintik merahnya, dan permukaan bawah yang tidak ada tanda catnya. Biji bekel dicari yang seimbang, sisi kiri dan kanan sama tingginya, sehingga memperkecil kemungkinan bekel jatuh setelah berubah posisi.
Permaian bekel ini ternyata dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran matematika. sebenarnya banyak permainan tradisional yang lain yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran matematika.

Nama : Nur Malita Sari
NPM : 36413618
Kelas : 2ID02